MENJADI PRIBADI YANG BERTAQWA

Kamis, 30 Juni 2016, 15:19:51 WITA, Dibaca : 243 kali

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Allah Subhanahu wa ta’ala menyeru ummat ini untuk melaksanakan ibadah puasa dan diterangkan bahwa ibadah puasa bukan hanya diwajibkan kepada orang-orang terdahulu, tetapi juga diwajibkan kepada ummat hari ini. Tujuan utama diturunkannya perintah untuk berpuasa adalah untuk membangun jiwa-jiwa yang bertaqwa. Taqwa yang membangun jiwa untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Banyak sekali ayat yang tegas dalam Kitabullah yang mulia, memberikan anjuran untuk puasa sebagai sarana untuk taqarrub kepada Allah ‘Azza wa Jalla.   Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam hadits yang shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa. Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang dan melahirkan taqwa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدْ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka”  [Hadits Riwayat Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil ‘Ash. Ini adalah hadits yang shahih] Dihadits yang lain,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللَّهِ إِلاَّبَاعَدَ اللَّهُ بَذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا
“Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” [Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa’id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah : “70 musim” yakni : perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48] Maka seyogyanya seorang hamba perlu memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk memperbaiki pribadinya menjadi pribadi yang bertaqwa karena di bulan inilah segala amal kebaikan sangat mudah untuk dilakukan, karena syetan-syetan di belenggu, pintu-pintu neraka di tutup, dan pintu-pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta segala kebaikan dilipatgandakan oleh Allah. Berikut beberapa tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan yang dikutip dari Syaikh Tawfique Chowdhury, CEO Merci Mission, dan diterjemahkan oleh Ustadz Hilman Rosyad, Lc.
1.      Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar-benar ingin memperbaikinya, masih ada waktu!
2.      Hari ini, bacalah tafsir surah Al-Qadr, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada lailatul qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya in syaa Allaah.
3.      Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai lailatul qadr lewat begitu saja.
4.      Jangan ikut-ikutan dengan perayaan-perayaan atau kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh kelompok tertentu. Ikutilah Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tuntunan beliau adalah: “ Barangsiapa yang berjaga (tidak tidur) dan berdoa pada malam lailat iman dan pengharapan akan ganjarannya, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” 5.      Hafalkan doa malam lailatul qadr yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, “ Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ” (Ya Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku)
6.      Siapkan daftar pendek doa-doa untuk dipanjatkan. Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa-doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudara-saudaramu muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.
7.      Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah, atau aktivitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak dating lagi. Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adlaah Ramadhan terakhir kita dan syurga hanya selangkah lagi?
8.      Ini yang paling penting: husnudzonlah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya. Walaupun tinggal beberapa hari lagi Ramadhan ini akan meninggalkan kita, bukan berarti sudah tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki diri. Jadi, manfaatkanlah waktumu dengan sebaik-baiknya. Semoga kita dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk melakukan berbagai ibadah di bulan yang penuh berkah ini, lahir sebagai pribadi-pribadi yang meraih kemenangan. Baarakallaahu fiyk.



 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pencegahan & Pengendalian Penyakit
Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP)
Kelas I Makassar.


  • Pro Rakyat
  • Inklusif
  • Responsif
  • Efektif
  • Bersih

Statistik

025107

Pengunjung hari ini : 31
Total pengunjung : 025107

Hits hari ini :73
Total Hits : 100066

Pengunjung Online: 3


Copyright BTKLPP Makassar 2019